Saturday, November 21, 2009

Kata Bijak

Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui
 
Kata mutiara hari ini tentang Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Kata mutiara ini memiliki arti yang sangat luas baik dalam kehidupan dan atau dalam dunia bisnis. Seperti bisnis mutiara misalnya, jika blog saya ini terkenal dengan kata kunci mutiara maka bukan hanya iklan PPC yang bakal ramai tetapi jika saya bisnis mutiara beneran pun bisa rame, 2 pula telah terlampaui. Andaikan saya kenal dengan banyak pebisnis mutiara, bisa jadi saya pada akhirnya berbisnis segala sesuatu yang berhubungan dengan mutiara, contohnya menjadi makelar ruko tempat orang berjualan mutiara, 3 pulau terlampaui. Bisa jadi juga saya kenal dengan banyak orang yang memiliki koleksi kata mutiara, biasanya ini orang bijak. Dan memiliki teman orang bijak bisa membuat kita lebih bijak lagi, 4 pula terlampaui. Betul?
Kalau kita kaitkan dengan peluang bisnis yang kita jalani ini, terutama bisnis internet yang bisa digarap dari rumah, sedikit banyak kita dituntut untuk bisa berfikir untuk sekali dayung dan melampaui beberapa pula tadi. Sebagai contoh apabila anda menjalankan suatu peluang bisnis online dengan mempunyai beberapa website, maka Anda bisa menceritakan dimana Anda membelinya maka biasanya Anda bisa menghasilkan dari bisnis bagi hasil peluang usaha bisnis website. Bukan hanya itu, banyak orang yang perlu suatu cara untuk meramaikan website misalnya dengan strategi SEO. Anda bisa cerita bagaimana rahasia meramaikan website dengan mengupas rahasia search engine seperti Google tersebut. Bukan hanya itu, banyak orang ingin blognya diatas rata-rata bahkan membuat blog Dahsyat!. Caranya? Ada disini: Cara Membuat Blog Spektakuler. Saya telah meramaikan afi90.com, peluangusahabisnis.net, internetmarktingmu.com, membuatblog.net dengan paragrap ini sekali dayung.


Inilah yang dinamakan, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Prinsip seperti ini tidak hanyak berlaku dalam anda menjalankan bisnis didalam dunia maya, akan tetapi dalam dunia nyata pun Prinsip ini juga banyak digunakan oleh orang-orang sukses, sebagai contoh seorang guru yang sedang mamberikan pengajaran di suatu universitas, namun karena guru tersebut memiliki prinsip sekali dayung dua tiga pulau terlampaui ini, maka si guru ini akan sedikit banyak berinovasi, gimana kalau saya buka privat lesson, mengajar dibeberapa universitas, selama waktunya bisa diatur, hal ini tidak menjadi soal jik Anda menerapakan prinsip sekali dayung dua riga pulau terlampaui. Internet memberi potensi agar kita sekali dayung maka puluhan atau bahkan ratusan pulau bisa terlampaui. Internet menyimpan mutiara yang sangat banyak.
Jika Anda ingin mendayung dan melampaui beberapa pulau sekaligus maka di jaman informasi ini yang diperlukan adalah mendapatkan informasi bisnis atau berita peluang bisnis yang valid dan tepat!.

Wednesday, November 4, 2009

Belajar VB


Pengenalan Visual Basic

Visual Basic adalah salah suatu developement tools untuk  membangun aplikasi dalam lingkungan Windows. Dalam pengembangan aplikasi, Visual Basic menggunakan pendekatan Visual untuk  merancang user interface dalam bentuk form, sedangkan untuk kodingnya menggunakan dialek bahasa Basic yang cenderung mudah dipelajari. Visual Basic telah menjadi tools yang terkenal bagi para pemula maupun para developer.
Dalam lingkungan Window's User-interface sangat memegang peranan penting, karena dalam pemakaian aplikasi  yang kita buat, pemakai senantiasa berinteraksi dengan User-interface tanpa menyadari bahwa dibelakangnya berjalan instruksi-instruksi program yang mendukung tampilan dan proses yang dilakukan.
Pada pemrograman Visual, pengembangan aplikasi dimulai dengan pembentukkan user interface, kemudian mengatur properti dari objek-objek yang digunakan dalam user interface, dan baru dilakukan penulisan kode program untuk menangani kejadian-kejadian (event). Tahap pengembangan aplikasi demikian dikenal dengan istilah pengembangan aplikasi dengan pendekatan  Bottom Up.

IDE Visual Basic

Langkah awal dari belajar Visual Basic adalah mengenal IDE (Integrated Developement Environment) Visual Basic yang merupakan Lingkungan Pengembangan Terpadu bagi programmer dalam mengembangkan aplikasinya. Dengan menggunakan IDE programmer dapat membuat user interface, melakukan koding, melakukan testing dan debuging serta menkompilasi program menjadi executable. Penguasaan yang baik akan IDE akan sangat membantu programmer dalam mengefektifkan tugas-tugasnya sehingga dapat bekerja dengan efisien.

Menjalankan IDE

Salah satu cara untuk mengaktifkan IDE Visual Basic adalah menjalankannya dari Menu Start, pilih menu Command, dan pilih Microsoft Visual Basic 6.0 dan akhirnya Microsoft Visual Basic 6.0.


Gambar 1-1. Mengaktifkan IDE Visual Basic 6.0
Catatan : Seperti aplikasi Windows umumnya, anda dapat juga mengaktifkan IDE Visual Basic dengan melakukan open terhadap file yang berkaitan dengan Visual Basic, misalnya file *.vbp yang merupakan file project dari Visual Basic

Memilih jenis Project

Sesaat anda aktif di IDE Visual Basic, maka anda akan dihadapkan kepada suatu pilihan terhadap jenis Project yang ingin anda buat sebagaimana yang ditunjukan oleh Gambar 1-2.
Sebagai langkah awal dari proses belajar adalah memilih project Standard EXE.

Gambar 1-2. Dialog box New Project ditampilkan sesaat anda menjalankan IDE Visual Basic 6.

Jendela IDE

IDE Visual Basic 6 menggunakan model MDI (Multiple Document Interface). Berikut ini adalah gambar yang menunjukan bagian-bagian dan nama-nama jendela yang dapat tampil pada IDE Visual Basic. Mungkin pada IDE anda hanya ditampilkan sebagian jendela dibandingkan dengan Gambar 1-3 anda tidak perlu terkejut, karena penampilan dari jendela-jendela tersebut dapat diatur dengan perintah pada menu View.
Sebagai langkah awal dari proses belajar, tidak semua jendela akan kita gunakan, tetapi hanya beberapa yang penting, sedangkan yang lainnya bersifat khusus.


Gambar 1-3. IDE Visual Basic dengan jendela-jendela yang terbuka.

Sebagaimana dengan proses belajar ini, kita akan fokus pada beberapa jendela yang penting terlebih dahulu sehingga konsentrasi tidak menjadi pecah, dan peserta belajar menjadi bingung. Adapun jendela-jendela yang perlu anda perhatikan adalah sebagai berikut :

  • Menu Bar, digunakan untuk memilih tugas-tugas tertentu seperti menyimpan project, membuka project, dll



  • Main Toolbar, digunakan untuk melakukan tugas-tugas tertentu dengan cepat.


  • Jendela Project, jendela ini berisi gambaran dari semua modul yang terdapat dalam aplikasi anda. Anda dapat menggunakan icon Toggle Folders untuk menampilkan modul-modul dalam jendela tersebut secara di group atau berurut berdasarkan nama. Anda dapat menggunakan Ctrl+R untuk menampilkan jendela project, ataupun menggunakan icon Project Explorer.


  • Jendela Form Designer, jendela ini merupakan tempat anda untuk merancang user interface dari aplikasi anda. Jadi jendela ini menyerupai kanvas bagi seorang pelukis.


  • Jendela Toolbox, jendela ini berisi komponen-komponen yang dapat anda gunakan untuk mengembangkan user interface.


  • Jendela Code, merupakan tempat bagi anda untuk menulis koding. Anda dapat menampilkan jendela ini dengan menggunakan kombinasi Shift-F7.


  • Jendela Properties, merupakan daftar properti-properti object yang sedang terpilih. Sebagai contohnya anda dapat mengubah warna tulisan (foreground) dan warna latarbelakang (background). Anda dapat menggunakan F4 untuk menampilkan jendela properti.


  • Jendela Color Palette, adalah fasilitas cepat untuk mengubah warna suatu object.


  • Jendela Form Layout, akan menunjukan bagaimana form bersangkutan ditampilkan ketika runtime.


Jika jendela-jendela tersebut tidak ada, anda dapat memunculkannya dengan Menu View dan pilih :

  •  Project Explorer (Ctrl+R)


  •  Properties Windows (F4)


  •  Form Layout Windows


  •  Property Pages (Shift+F4)


  •  Toolbox


  •  Color Pallete

  • Toolbars

Toolbox

Jendela Toolbox merupakan jendela yang sangat penting bagi anda. Dari jendela ini anda dapat mengambil komponen-komponen (object) yang akan ditanamkan pada form untuk membentuk user interface.
 

Gambar 1-3. Toolbox Visual Basic 6 dengan semua kontrol intrinsic.


Adapun secara garis besar fungsi dari masing-masing intrinsic kontrol tersebut adalah sebagai berikut :

  • Pointer bukan merupakan suatu kontrol; gunakan icon ini ketika anda ingin memilih kontrol yang sudah berada pada form.


  • PictureBox adalah kontrol yang digunakan untuk menampilkan image dengan format: BMP, DIB (bitmap), ICO (icon), CUR (cursor), WMF (metafile), EMF (enhanced metafile), GIF, dan JPEG.


  • Label adalah kontrol yang digunakan untuk menampilkan teks yang tidak dapat diperbaiki oleh pemakai.


  • TextBox adalah kontrol yang mengandung string yang dapat diperbaiki oleh pemakai, dapat berupa satu baris tunggal, atau banyak baris.


  • Frame adalah kontrol yang digunakan sebagai kontainer bagi kontrol lainnya.


  • CommandButton merupakan kontrol hampir ditemukan pada setiap form, dan digunakan untuk membangkitkan event proses tertentu ketika pemakai melakukan klik padanya.


  • CheckBox digunakan untuk pilihan yang isinya bernilai yes/no, true/false. 


  • OptionButton sering digunakan lebih dari satu sebagai pilihan terhadap beberapa option yang hanya dapat dipilih satu.


  • ListBox mengandung sejumlah item, dan user dapat memilih lebih dari satu (bergantung pada property MultiSelect).


  • ComboBox merupakan konbinasi dari TextBox dan suatu ListBox dimana pemasukkan data dapat dilakukan dengan pengetikkan maupun pemilihan.


  • HScrollBar dan VScrollBar digunakan untuk membentuk scrollbar berdiri sendiri.


  • Timer digunakan untuk proses background yang diaktifkan berdasarkan interval waktu tertentu. Merupakan kontrol non-visual.


  • DriveListBox, DirListBox, dan FileListBox sering digunakan untuk membentuk dialog box yang berkaitan dengan file.


  • Shape dan Line digunakan untuk menampilkan bentuk seperti garis, persegi, bulatan, oval.


  • Image berfungsi menyerupai image box, tetapi tidak dapat digunakan sebagai kontainer bagi kontrol lainnya. Sesuatu yang perlu diketahui bahwa kontrol image menggunakan resource yang lebih kecil dibandingkan dengan PictureBox


  • Data digunakan untuk  data binding


  • OLE dapat digunakan sebagai tempat bagi program eksternal seperti Microsoft Excel, Word, dll.

Mengatur Lingkungan Kerja Visual Basic  

Pengaturan IDE Visual Basic dapat dilakukan dengan menu Tools, Option, pengaturan dapat dilakukan sesuai dengan selera dan kebiasaan programmer sehingga dapat bekerja dengan baik dan efektif. Mulai Visual Basic 5.0, IDE Visual Basic memperkenalkan MDI Developement Environment, dan beberapa hal dapat diatur dengan menggunakan menu Tools, Option adalah sebagai berikut :


  • Mengatur Editor




BERSAMBUNG.....



 

Pendahuluan PHP

Tutorial ini ditujukan bagi rekan-rekan yang newbie (alias baru) di dunia PHP tapi minimal sudah mengerti tentang HTML (kalo belum silahkan belajar HTML dulu, ndak rumit kok).

PHP adalah sebuah bahasa script yang sangat bagus dan cocok untuk digabungkan dengan HTML. Dengan kemampuan PHP untuk membuat website yang dinamis serta keindahan desain menggunakan HTML, maka nyaris tidak ada yang tidak dapat dilakukan gabungan kedua bahasa ini di dunia web. Enaknya lagi, PHP ini merupakan bahasa yang sangat mudah (bagi yang pernah mempelajari C atau bahasa pemrograman lain akan sangat merasakan perbedaaan ini. Contoh salah satu perbedaan yang paling terasa adalah bahwa kita ndak usah repot-repot deklarasi variabel di awal, kalau butuh variabel tinggal pakai).

Kelebihan lain PHP adalah bahwa bahasa ini didistribusikan secara bebas alias open source, artinya ada keuntungan sampingan selain boleh make secara gratis yaitu tersedia banyak sekali materi bagus tentang bahasa ini (salah satunya di situs ini), sehingga begitu kita memahami dasar PHP, akan sangat mudah bagi kita untuk mengembangkan kemampuan kita mengingat begitu banyaknya materi yang tersedia di mana-mana.

Penjelasan singkat cara membuat webs

Kamu mungkin udah tahu kalau untuk mempermudah pekerjaan desain web, kita bisa menggunakan software bantuan seperti Dreamweaver, Frontpage atau kalau pengen gratisan bisa pakai KompoZer. Software-software itu biasanya dikenal dengan istilah web authoring software. Namun demikian, untuk membuat desain web yang indah, kamu masih memerlukan alat bantu lain. Yang saya maksudkan adalah software untuk memanipulasi gambar. Ya, Dreamweaver dan kawan-kawannya tidak bisa memanipulasi gambar. Yang saya maksudkan dengan manipulasi gambar di sini adalah mengubah gambar yang akan kita gunakan di web site, seperti mengubah ukuran, memotong, mengubah warna atau bahkan menggabungkan beberapa gambar agar nampak lebih enak dilihat.

Semua itu hanya bisa dilakukan oleh software yang digunakan khusus untuk memanipulasi gambar. Dan tentu saja yang mungkin paling sering kamu denger adalah Adobe Photoshop. Selain Adobe, saya juga pernah beberapa kali menggunakan Macromedia Dreamweaver dan akhir-akhir ini saya mencoba software pengolah gambar open source yang bernama GIMP. Saya coba terapkan di situs ini. Silahkan lihat untuk mengetahui apa yang bisa dilakukan oleh GIMP. Meskipun filternya tidak selengkap Adobe, namun untuk pemula sudah sangat cukup.

Nah, umumnya langkah-langkah yang dilakukan saat saya mendesain sebuah web site adalah seperti ini:
•    Membuat gambar desain template web menggunakan GIMP
•    Memotong-motong gambar tersebut sesuai areanya (misalnya header, menu, body, footer, dll).
•    Menyusun potongan-potongan gambar itu kembali dalam web site menggunakan KompoZer.
•    Jika web site saya merupakan web site dinamis, maka langkah berikutnya adalah menyisipkan kode-kode PHP ke dalam web site hasil dari KompoZer.
Kalau halaman web kamu udah beres, kamu bisa melanjutkan dengan langkah-langkah membuat web site di internet.
Ok, mudah-mudahan penjelasan singkat ini bisa bermanfaat minimal memberikan gambaran awal bagaimana sebenarnya proses membuat desain sebuah halaman web secara umum.


Saturday, October 31, 2009

Alat Praktikum Teknik

Salam hormat..

Ditawarkan kepada teman-teman yang membutuhkan :

1.Trainer elektronic analog maupun digital dasar maupun advance
2.Trainer Mikrokontroller
3.Trainer Programmable Logic Control (PLC)
4.Trainer Pneumatics dan electropneumatics
5.Trainer Otomotive (Stand engine) maupun part-partnya
6.Pembuatan PCB untuk Tugas akhir (TA) atau alat praktikum

Tersedia juga paket-paket modulnya . Harga terjangkau.

contact person :
Aang Junaidi
085268636394

Mikrokontroller dan PLC

Mikrokontroller AT89S52


Mikrokontroller tipe Atmel AT89S52 termasuk kedalam keluarga MCS51 merupakan suatu mikrokomputer CMOS 8-bit dengan daya rendah, kemampuan tinggi, memiliki 8K byte Flash Programable and Erasable Read Only Memory (PEROM). Perangkat ini dibuat menggunakan teknologi memori nonvolatile (tidak kehilangan data bila kehilangan daya listrik). Set instruksi dan kaki keluaran AT89S52 sesuai dengan standar industri 80C51 dan 80C52. Atmel AT89S52 adalah mikrokomputer yang sangat bagus dan fleksibel dengan harga yang rendah untuk banyak aplikasi sistem kendali. 1. Fasilitas Mikrokontroller AT89S52. Fasilitas yang terdapat dalam AT89S52 antara lain: a Sesuai dengan produk-produk MCS-51. b Terdapat memori flash yang terintegrasi dalam sistem. Dapat ditulis ulang hingga 1000 kali. c Beroperasi pada frekuensi 0 sampai 24MHz. d Tiga tingkat kunci memori program. e Memiliki 256 x 8 bit RAM internal. f Terdapat 32 jalur masukan/keluaran terprogram. g Tiga pewaktu/pencacah 6-bit (untuk 52) & dua pewaktu/pencacah 16-bit (untuk51) h Delapan sumber interupsi(untuk 52) & 6 untuk 51 i Kanal serial terprogram. j Mode daya rendah dan mode daya mati. 2. Konfigurasi Mikrokontroller AT89S52. Mikrokontroller keluarga MCS 51 memiliki port-port yang lebih banyak (40 port I/O) dengan fungsi yang bisa saling menggantikan sehingga mikrokontroller jenis ini menjadi sangat digemari karena hanya dalam sebuah chip sudah bisa mengkafer untuk banyak kebutuhan. Konfigurasi dan Deskripsi kaki-kaki mikrokomputer AT89x5x adalah sebagai berikut:
    Gambar 1. Konfigurasi Kaki Mikrokomputer AT89S52.
Port 0 Port 0 adalah port dua arah masukan/keluaran 8-bit saluran terbuka. Sebagai port keluaran, tiap kaki dapat menerima masukan TTL. Ketika logika 1 dimasukkan ke kaki-kaki port 0, kaki-kaki dapat digunakan sebagai masukan impedansi tinggi. Port 0 juga dapat diatur sebagai bus alamat/data saat mengakses program dan data dari memori luar. Pada mode ini port 0 memiliki pull-up internal. Port 0 juga menerima byte-byte kode saat pemprograman Flash dan mengeluarkan byte kode saat verifikasi. Pull-up eksternal diperlukan saat memverifikasi program. Port 1 Port 1 adalah port dua arah masukan/keluaran 8-bit dengan pull-up internal. Sebagai tambahan, P1.0 dan P1.1 dapat diatur sebagai pewaktu/ pencacah-2 eksternal masukan pencacah (P1.0/T2) dan pewaktu/pencacah-2 masukan pemicu (P1.1/T2EX). Port 1 juga menerima byte-byte alamat saat pemrograman dan verifikasi flash. Port 2 Port 2 adalah port masukan/keluaran dua arah 8-bit dengan internal pull-up. Port 2 juga menerima bit-bit alamat dan beberapa sinyal kendali saat pemrograman dan verifikasi flash. Port 3 Port 3 adalah port masukan/keluaran dua arah 8-bit dengan internal pull-up. Port 3 juga menyediakan fasilitas berbagai fungsi khusus dari AT89C51. Port 2 juga menerima beberapa sinyal kendali saat pemrograman dan verifikasi flash. RST Masukan reset. Masukan tinggi pada kaki ini selama dua siklus instruksi mesin akan me-reset perangkat. ALE/ PROG Address Latch Enable (ALE) adalah pulsa keluaran untuk mengunci bit rendah dari alamat saat mengakses memori eksternal. Kaki ini juga digunakan sebagai masukan pulsa ( PROG ) saat pemprograman Flash. Pada operasi biasa, ALE mengeluarkan rata-rata 1/6 kali frekuensi osilator dan mungkin digunakan sebagai pewaktu atau denyut. Catatan, satu pulsa ALE diabaikan saat setiap pengaksesan data memori eksternal. Jika diinginkan, operasi ALE dapat di-disable dengan menseting bit 0 dari SFR pada lokasi 8EH. Dengan bit yang diset, ALE aktif hanya saat menjalankan perintah MOVX dan MOVC. Selain itu, kaki ini dapat juga di-pull tinggi. Setting bit ALE-disable tidak berpengaruh jika mikrokomputer pada mode eksekusi eksternal. _ PSEN Program Store Enable (PSEN) adalah strobe pembacaan program pada memori eksternal. Ketika AT89C52 melakukan eksekusi program dari memori eksternal, PSEN diaktifkan dua kali setiap siklus instruksi mesin, kecuali bahwa dua aktifasi PSEN diabaikan setiap mengakses data memori eksternal. EA / Vpp External Access Enable. EA harus dihubungkan ke GND supaya memfungsikan perangkat untuk mengambil kode program dari lokasi memori eksternal dimulai dari 0000H hingga FFFFH. Catatan, jika lock-bit diprogram, EA akan dikunci secara internal pada saat reset. EA harus dihubungkan dengan Vcc untuk eksekusi program internal. Kaki ini juga menerima tegangan yang memungkinkan pemrograman 12 Volt saat memprogram flash bila pemrograman 12 Volt dipilih. XTAL1 Masukan inverting (pembalikan) penguat osilator dan masukan untuk operasi rangkaian denyut internal. XTAL2 Keluaran dari inverting (pembalikan) penguat osilator.




===================================================================

PERCOBAAN 1
DISPLAY LED

TUJUAN:
1. Mahasiswa memahami rangkaian mikrokontroller untuk menghidupkan dan mematikan LED.
2. Mahasiswa dapat memahami program assembly untuk menghidupkan dan mematikan LED.
3. Mahasiswa memahami beberapa instruksi assembly dasar, MOV, Setb, Clr, RL dan RR.
4. Mahasiswa memahami pembuatan instruksi waktu tunda


Gambar 1.1 Rangkaian Display LED

Perhatikan pada gambar 1.1 tersebut. Delapan buah LED terhubung ke port 0, yang difungsikan sebagai output. Pada konfigurasi tersebut LED akan nyala bila diberi logika LOW ‘0’ melalui port 0, dan LED akan padam bila diberi logika HIGH ‘1’ melalui port 0. Agar Display LED ini dapat aktiv maka jumper EN LED harus dihubungkan singkat.
Percobaan 1.1. Instruksi MOV
Pada percobaan 1.1 ini LED akan dihidupkan atau dimatikan dengan mengirimkan data tertentu pada port 0.
Untuk melakukan percobaan ini lakukan beberapa langkah sebagai berikut:
1. Hubungkan jumper pada LED_EN, untuk mengaktifkan 8 buah LED
2. Hubungkan modul Microcontroller Trainer dengan power supply +5V
3. Hubungkan modul Microcontroller Trainer dengan rangkaian programmer
4. Buka Program M-IDE Studio for MCS-51, sebagai editor dan compiler program
5. Ketik program berikut ini:(download file prog11a.asm)

             Org 0h
Start:  Mov P0,#11110000b  ; Isi P0 dengan 11110000
          sjmp start                 ;  lompat ke start
          End
6. Simpanlah program yang anda ketik dan beri nama : prog11a.asm
7. Pada program MIDE tersebut pilih Build /F9 atau untuk melakukan kompilasi program dari *.asm ke *.hex.
8. Lakukan pemrograman mikrokontroller dengan menggunakan Program ISP Software ( Lihat Petunjuk Penggunaan)
9. Lakukan pengamatan pada LED
10. Gantilah data tersebut diatas dengan data seperti pada tabel berikut dan lakukan pencatatan LED mana yang padam.

==========================================================================

Pemanfaatan Programmable Logic Controller dalam Dunia Industri

Perkembangan  industri dewasa ini, khususnya dunia industri  di negara kita, berjalan  amat pesat seiring dengan  meluasnya  jenis produk-produk industri, mulai dari apa yang digolongkan sebagai industri hulu sampai dengan industri hilir. Kompleksitas  pengolahan bahan mentah menjadi bahan baku,  yang berproses baik secara fisika maupun secara kimia, telah memacu  manusia untuk  selalu meningkatkan  dan memperbaiki  unjuk  kerja  sistem  yang mendukung  proses tersebut, agar semakin produktif dan  efisien.  Salah satu yang menjadi perhatian utama dalam hal ini ialah penggunaan  sistem pengendalian proses industri (sistem kontrol industri). Dalam  era  industri  modern, sistem  kontrol  proses  industri biasanya merujuk pada otomatisasi sistem kontrol yang digunakan.  Sistem kontrol  industri  dimana peranan manusia masih amat dominan  (misalnya dalam  merespon besaran-besaran proses yang diukur oleh  sistem  kontrol tersebut dengan serangkaian langkah berupa pengaturan panel dan  saklar-saklar  yang  relevan) telah banyak digeser dan digantikan  oleh  sistem kontrol  otomatis.  Sebabnya jelas  mengacu  pada faktor-faktor  yang  mempengaruhi  efisiensi   dan produktivitas  industri  itu sendiri, misalnya faktor human  error  dan tingkat keunggulan yang ditawarkan sistem kontrol tersebut. Salah  satu  sistem kontrol yang amat luas  pemakaiannya  ialah Programmable  Logic  Controller (PLC). Penerapannya  meliputi  berbagai jenis industri mulai dari industri rokok, otomotif, petrokimia, kertas, bahkan  sampai  pada industri tambang,  misalnya   pada pengendalian  turbin  gas  dan  unit industri lanjutan hasil  pertambangan.  Kemudahan transisi  dari sistem kontrol sebelumnya (misalnya dari  sistem  kontrol berbasis relay mekanis) dan kemudahan trouble-shooting dalam konfigurasi sistem merupakan dua faktor utama yang mendorong populernya PLC ini.
Artikel ini mecoba memberikan gambaran ringkas tentang PLC ini dari sudut pandang piranti penyusunnya.

Apakah Sebenarnya PLC itu?

NEMA   (The  National  electrical  Manufacturers   Association) mendefinisikan  PLC sebagai  piranti elektronika   digital   yang menggunakan memori yang bisa diprogram sebagai penyimpan internal  dari sekumpulan instruksi dengan mengimplementasikan fungsi-fungsi  tertentu, seperti  logika,  sekuensial, pewaktuan,  perhitungan,  dan aritmetika, untuk  mengendalikan berbagai jenis mesin ataupun proses melalui  modul I/O digital dan atau analog. PLC merupakan sistem yang dapat memanipulasi, mengeksekusi, dan atau memonitor keadaan proses pada laju yang amat cepat,  dengan dasar  data yang bisa diprogram  dalam  sistem  berbasis mikroprosesor  integral. PLC menerima masukan dan menghasilkan  keluaran sinyal-sinyal listrik untuk mengendalikan suatu sistem. Dengan  demikian besaran-besaran fisika dan kimia yang dikendalikan, sebelum diolah  oleh PLC, akan diubah menjadi sinyal listrik baik analog maupun digital,yang merupakan data dasarnya.. Karakter  proses yang dikendalikan oleh PLC  sendiri  merupakan proses yang sifatnya bertahap, yakni proses itu berjalan  urut untuk mencapai kondisi akhir yang diharapkan. Dengan kata lain proses  itu terdiri beberapa subproses, dimana subproses  tertentu  akan berjalan sesudah  subproses  sebelumnya  terjadi.  Istilah umum  yang digunakan  untuk proses yang berwatak demikian ialah  proses sekuensial (sequential process). Sebagai perbandingan, sistem kontrol yang  populer selain PLC, misalnya Distributed Control System (DCS), mampu  menangani proses-proses yang  bersifat sekuensial dan juga  kontinyu  (continuous process) serta mencakup loop kendali yang relatif banyak.

Piranti Penyususnan PLC

PLC  yang  diproduksi oleh berbagai perusahaan  sistem  kontrol terkemuka saat ini biasanya mempunyai ciri-ciri sendiri yang  menawarkan keunggulan  sistemnya, baik  dari segi  aplikasi (perangkat  tambahan) maupun modul utama sistemnya. Meskipun demikian pada umumnya setiap PLC (sebagaimana komputer pribadi Anda yang cenderung mengalami standarisasi dan kompatibel satu sama lain) mengandung empat bagian (piranti) berikut ini:
  1. Modul Catu daya.
  2. Modul CPU.
  3. Modul Perangkat Lunak.
  4. Modul I/O.


Gambar 1 Gambar 2
Gambar 2. Interaksi antar modul dalam PLC Trisen TS3000.

Modul Catu Daya (Power Supply: PS)

PS  memberikan tegangan DC ke berbagai modul PLC  lainnya  selain modul tambahan dengan kemampuan arus total sekitar  20A  sampai  50A, yang sama dengan battery lithium integral (yang digunakan  sebagai  memory backup). Seandainya PS ini gagal atau tegangan bolak balik masukannya turun dari  nilai spesifiknya,  isi memori akan  tetap terjaga.  PLC  buatan Triconex, USA, yakni Trisen TS3000 bahkan mempunyai double power  supply yang berarti apabila satu PS-nya gagal, PS kedua otomatis akan  mengambil alih fungsi catu daya sistem.

Modul CPU

Modul CPU yang disebut juga modul kontroler atau prosesor  terdiri dari dua bagian:
    1. Prosesor
    2. Memori
1. Prosesor berfungsi:
    • mengoperasikan dan mengkomunikasikan modul-modul PLC melalui bus-bus serial atau paralel yang ada.
    • Mengeksekusi program kontrol.
2. Memori, yang berfungsi:
    • Menyimpan informasi digital yang bisa diubah dan  berbentuk  tabel  data, register citra, atau RLL (Relay  Ladder  Logic),  yang merupakan program pengendali proses.
Pada PLC tertentu kadang kita jumpai pula beberapa prosesor sekaligus dalam satu modul, yang ditujukan untuk mendukung keandalan sistem. Beberapa prosesor tersebut bekerja sama dengan suatu prosedur tertentu untuk meningkatkan kinerja pengendalian. Contoh PLC jenis ini ialah Trisen TS3000 mempunyai tiga buah prosesor dengan sistem yang disebut Tripple Redundancy Modular. Kapasitas memori pada PLC juga bervariasi. Trisen  TS3000, misalnya, mempunyai memori 384 Kbyte (SRAM)  untuk program pengguna dan 256 Kbyte (EPROM) untuk sistem operasinya.  Simatic S5  buatan Siemens mempunyai memori EPROM 16Kbyte dan RAM 8 Kbyte.  PLC  FA-3S  Series mempunyai memori total sekitar 16 Kbyte. Kapasitas memori ini tergantung penggunaannya dan seberapa jauh Anda sebagai  mengoptimalisasikan  ruang  memori  PLC yang Anda miliki,  yang  berarti pula tergantung seberapa banyak lokasi yang diperlukan program kontrol  untuk mengendalikan  plant tertentu. Program kontrol untuk  pengaliran bahan bakar dalam turbin gas tentu membutuhkan lokasi memori yang lebih banyak dibandingkan  dengan program kontrol untuk menggerakkan putaran  mekanik robot pemasang  bodi mobil pada industri otomotif. Suatu modul memori tambahan  bisa juga diberikan ke sistem utama apabila  kebutuhan memori memang meningkat.

Modul Program Perangkat Lunak

PLC  mengenal  berbagai  macam  perangkat  lunak,  termasuk  State Language, SFC, dan bahkan C. Yang paling populer digunakan ialah RLL  (Relay   Ladder Logic). Semua  bahasa  pemrograman   tersebut   dibuat berdasarkan  proses sekuensial yang terjadi dalam plant  (sistem  yang dikendalikan). Semua instruksi dalam program akan dieksekusi oleh  modul CPU, dan penulisan program itu bisa dilakukan pada keadan on line maupun off line.  Jadi  PLC  dapat  bisa  ditulisi program kontrol  pada  saat  ia mengendalikan   proses  tanpa  mengganggu pengendalian yang   sedang dilakukan. Eksekusi perangkat lunak tidak akan mempengaruhi operasi I/O yang tengah berlangsung.

Modul I/O

Modul I/O merupakan modul masukan dan modul keluaran yang bertugas mengatur hubungan PLC dengan piranti eksternal atau periferal yang  bisa berupa  suatu komputer host, saklar-saklar, unit penggerak  motor,  dan berbagai macam sumber sinyal yang terdapat dalam plant.

1. Modul masukan

    Modul masukan berfungsi untuk menerima sinyal dari unit pengindera periferal, dan memberikan pengaturan sinyal, terminasi, isolasi,  maupun indikator  keadaan sinyal masukan. Sinyal-sinyal dari piranti  periferal akan di-scan dan keadaannya akan dikomunikasikan melalui modul antarmuka dalam PLC.Beberapa jenis modul masukan di antaranya:  
      - Tegangan  masukan  DC (110, 220, 14, 24, 48, 15-30V)  atau  arus C(4-20mA).
      - Tegangan AC ((110, 240, 24, 48V) atau arus AC (4-20mA). - Masukan TTL (3-15V). - Masukan analog (12 bit). - Masukan word (16-bit/paralel). - Masukan termokopel. - Detektor suhu resistansi (RTD). - Relay arus tinggi. - Relay arus rendah. - Masukan latching (24VDC/110VAC). - Masukan terisolasi (24VDC/85-132VAC). - Masukan cerdas (mengandung mikroprosesor). - Masukan pemosisian (positioning). - Masukan PID (proporsional, turunan, dan integral). - Pulsa kecepatan tinggi. - Dll.

2. Modul keluaran

    Modul keluaran mengaktivasi berbagai macam piranti seperti  aktuator  hidrolik, pneumatik, solenoid, starter motor,  dan  tampilan status  titik-titik periferal yang terhubung dalam sistem.  Fungsi modul  keluaran lainnya mencakup conditioning, terminasi dan  juga pengisolasian  sinyal-sinyal yang ada. Proses aktivasi  itu  tentu saja dilakukan dengan pengiriman sinyal-sinyal diskret dan  analog yang relevan, berdasarkan watak PLC sendiri yang merupakan piranti digital. Beberapa modul keluaran yang lazim saat ini di antaranya:
      - Tegangan DC (24, 48, 110V) atau arus DC (4-20mA - Tegangan AC (110, 240V) atau arus AC (4-20mA). - Keluaran analog (12-bit). - Keluaran word (16-bit/paralel) - Keluaran cerdas. - Keluaran ASCII. - Port komunikasi ganda.  
    Dengan berbagai modul di atas PLC bekerja mengendalikan berbagai plant yang kita miliki. Mengingat sinyal-sinyal yang ditanganinya bervariasi dan merupakan informasi yang memerlukan pemrosesan saat itu juga, maka sistem yang kita miliki tentu memiliki perangkat pendukung yang mampu mengolah secara real time dan bersifat multi tasking,. Anda bayangkan bahwa pada suatu unit pembangkit tenaga listrik misalnya, PLC Anda harus bekerja 24 jam untuk mengukur suhu buang dan kecepatan turbin, dan kemudian mengatur bukaan katup yang menentukan aliran bahan bakar berdasarkan informasi suhu buang dan kecepatan di atas., agar didapatkan putaran generator yang diinginkan! Pada saat yang sama sistem pelumasan turbin dan sistem alarm harus bekerja baik baik di bawah pengendalian PLC! Suatu piranti sistem operasi dan komunikasi data yang andal tentu harus kita gunakan. Teknologi cabling, pemanfaatan serat optik, sistem operasi berbasis real time dan multi tasking semacam Unix, dan fasilitas ekspansi yang memadai untuk jaringan komputer merupakan hal yang lazim dalam instalasi PLC saat ini.


Sekapur sirih




Salam kenal untuk para Blogger..